Jumat, 13 Januari 2012

Kebudayaan dan Masyarakatnya

Setiap kota di indonesia selalu mempunyai budaya dan tradisi yang berbeda-beda. Contohnya kota pekalongan. Pekalongan adalah sebuah kota di jawa tengah yang cukup luas dan sering disebut dengan kota batik. Awalnya, disana banyak pengerajin batik dan memproduksi batik untuk di pasarkan di dalam kota pekalongan saja, tetapi belakangan ini batik tidak hanya di produksi di kota pekalongan saja tetapi sudah meluas sampai seluruh indonesia bahkan sampai ke mancanegara. Batik yang di produksi di kota pekalongan ini tidak hanya batik tulis ,ada batik cap dan batik printing.  Bahkan sekarang batik menjadi trendsetter di kalangan masyarakat . model batik pun semakin lama semakin modern. Sekarang pun desainer-desainer terkenal di jakarta memilih atau mengusung batik utuk di pasarkan ke mancanegara. Ada pun tradisi yang di lakukan di kota pekalongan. Biasanya orang pekalongan menyebutnya tradisi syawalan . Suatu hari saya dan keluarga sedang berlibur ke kota pekalongan saat itu bertepatan 7 hari setelah lebaran idul fitri ternyata saat itu disana sedang mengadakan atau menjalankan tradisi. Tradisinya sangat unik dimana semua warga disana melakukan open house dan menjamu masyarakat kota pekalongan dan sekitarnya. Tentunya dengan makanan yang khas yaitu lopis raksasa dan menu yang lainnya. Disana mayarakat pekalongan berkumpul untuk saling bersilahturahmi kepada saudara,teman dan tetangga. Cara menikmati makanan  disana pun unik dimana lopis raksasa itu yang di peruntukan untuk semua masyarakat yang datang di perebutkan lalu di makan bersama. Mungkin bagi sebagian mayarakat yang tidak biasa melihat tradisi yang di lakukan di pekalongan ini merasa asing seperti saya dan keluarga.tetapi ada hal yang bisa di ambil dari tradisi itu yaitu dimana semua masyarakat saling berbagi antara satu dengan yang lainnnya dan mempererat hubungan antar sosial.

  


Zaman semakin lama semakin muju .dari mulai segi fashion sampai segi kehidupan masyarakatnya. Contohnya Masyarakat di kota pekalongan ini masih sangat berpedoman dengan agama. Disana juga masih sangat erat tali persaudaraannya contohnya dari masih dilakukannya tradisi yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan. Kota pekalongan disini pun masih belum begitu tercemar oleh polusi karna sebagian masyarakatnya dari yang muda sampai yang tua masih menggunakan sepeda ataupun naik becak. Bukan tidak adanya akses kendaraan umum seperti yang sering kita sebut angkot, tetapi selain kendaraan umum disana masih sedikit, kebanyakan masyarakat disini pun lebih memilih untuk membawa sepeda sendiri ataupun naik becak. Pohon-pohon disini pun masih rindang .disana pun masih ada taman kota seperti dijakarta tetapi orang pekalongan menyebutnya alun-alun.setiap sore alun alun disana ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar ada yang mengajak anaknya bermain, aja juga yang berpacaran dan ada juga yang sedang menikmati angin sore. Dan semakin lama masyarakat di kota pekalongan pun mengikuti fahsion seperti di jakarta dari mulai internet,sekarang banyak warnet bermunculan disana. sebagian anak remajanya juga sudah banyak yang mengikuti fashion seperti di jakarta. Tetapi masyarakat disana sudah jarang yang bermatapencaharian petani selain lahan pertanian semakin sempit rata-rata orang pekalongan banyak menjadi bekerja di sektor industri perbatikan sesuai dengan kota pekalongan yang sering disebut kota batik dan lahan- lahan yang seharusnya menjadi lahan untuk bertani sekarang berubah fungsi menjadi bagunan bangunan yang digunakan untuk memproduksi batik ataupun untuk membangun perumahan . Tetapi dengan berkembangnya zaman masyarakat disini masih tetap menjalankan tradisi itu yang membuat masyarakat disana semakin erat tali persaudarannya





Tidak ada komentar:

Posting Komentar